Namanya Elisa K. Sosok gadis kecil yang pemalu tapi selalu berusaha keluar dari zona nyamanya. Dia anak kesepuluh dari 10 bersaudara. Mempunyai banyak kaka tidak membuat Elisa hidup mudah karena dia tidak ingin bergantung dan meminta kepada keluarganya. Dari kecil Elisa sudah mencoba berbagai usaha untuk bisa menghasilkan uang sendiri meskipun hanya untuk sekedar uang jajan, mulai dari menerima upah untuk menjualkan barang dagangan orang, berjualan pulsa, berjualan baju dan lain-lain. Hanya saja dia tidak pernah konsisten melakukan semua usahanya itu karena dia merasa kalau itu semua menganggu aktivitas bersekolahnya.
Dibangku kuliah pada akhirnya Elisa menemukan bisnis yang menurut nya sangat mudah untuk dijalani, tidak kelihatan kerja tapi menghasilkan omset ratusan ribu perhari dan tidak menggangu waktu kuliah. Sehingga dia mulai konsisten menjalani bisnis tersebut meskipun awalnya dia tidak langsung berhasil tapi dia tetap menjalankan bisnis tersebut. Dan sekarang dia sudah bisa merasakan sedikit dari hasil kerja konsisten yang dia lakukan dengan mendapatkan omset ratusan ribu hanya dalam sehari. Bisnis yang dia jalani sekarang bukan hanya mengajarkan ia akan bagaimana menghasilkan uang tapi ada banyak hal yang tidak bisa dibayar dengan uang seperti kesadaran akan betapa pentingnya sebuah impian, perkembangan diri, public speaking, sekolah bisnis gratis, berteman dengan orang-orang yang positif dan lingkungan yang positif. Menghasilkan omset sendiri, dia mulai mandiri dan bisa meringankan beban orang tua.
mahasiswi yang akrab di sapa Elisa ini menyakini kuliah dan bisnis itu mudah kalau kita bisa menjalaninya dengan sabar dan konsisten. Menurutnya “ keyakinan akan impian akan mengubah semua keterbatasan”. sekarang menjalani kuliah dan bisnis secara bersama membuat elisa bisa belajar dua hal dalam satu kesempatan dan tentunya menambah kedewasan dirinya. Dia menuturkan bahwa ia tidak mau membandingkan dirinya dengan orang lain karena ia hanya ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri bukan orang lain, sehingga dia terus belajar untuk menajdi lebih baik.
