Sabtu, 03 Desember 2016

Hello elisagirlmeetworld friends....!!!

Saya akan berbagi beberapa metode belajar yang digunakan para tokoh ulama islam dalam mengali ilmu dan menuliskannya hingga dapat diwariskan untuk umat islam. Yang saya kutip dari buku
“ ZERO TO HERO” karangan Solihin Abu Izzudin.

  •   Imam Malik tidak tertidur saat belajar, ini cara unik para ulama dalam meluarbiasakan dirinya. Ibnul Qosim, seorang ulama fiqh Mesir yang mengisahkan “ Aku pernah mendatangi Imam Malik sebelum waktu fajar. Aku tanyakan dua masalah, tiga atau empat masalah, dan saya melihatnya benar-benar dalam suasana lapang. Kemudian saya mendatanginya hampir setiap waktu sahur. Terkadang karena lelah, mataku terkatup dan aku tertidur. Ketika Imam Malik keluar ke mesjid aku tidak mengetahuinya. Kemudian aku dibangunkan oleh pembantunya seraya mengatakan, “ gurumu tidak tertidur seperti dirimu”.padahal saat ini usianya teah mencapai empat puluh sembilan tahun. Setahuku ia nyaris tak sholat kecuali dengan wudhu, untuk sholat isya ( Tartibul Madarik, 3/250, dari Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga)


  • ·         Metode Imam Syafi’i

Imam Syafi’i rahimahullah membagi waktu malamnya menjadi tiga yakni sepertiga pertama untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk shalat malam, dan sepertiga ketiga untuk tidur
  • ·         Metode Abu Hurairah

Abu Hurairah ra dan keluarganya menghidupkan waktu malamnya menjadi tiga. Bedanya yang dibagi orangnya, semacam khirosah atau jaga malam secara bergantian. Mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam. Kemudian dilanjutkan oleh istrinya sepertiga malam, dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh putrinya. Dengan begitu tidak satu pun yang berlalu setiap malam dirumah Abu Hurairah melainkan berlangsung disana ibadah, dzikir dan shalat.
  • ·         Prioritas Waktu

Adapun ulama salaf memberikan kiat untuk memanfaatkan waktu untuk aktifitas belajar adalah sebagai berikut :
“ waktu yang terbaik untuk menghafala adalah waktu sahur, sebelum fajar.
“ waktu pagi untuk meneliti”
“waktu tengah hari untuk menulis”
“waktu malam untuk menelaah dan mengulang”
( Efisiensi Waktu, Jasim Badr Al Muthawwi’)
  •  Metode Belajar Ibnu Jarir Ath Thabari

Diceritakan oleh Al Khatib Al Baghdadi, bahwa selama empat puluh tahun dari penghujung usianya, Ibnu Jarir menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari. Yang istimewa dari prestasi Ibnu Jarir ini meskipun ia menulis artikelnya selepas dzuhur hingga waktu ashar tiba, tetapi murajaah akan ilmu serta ide-ide yang akan ia tuangka dalam tulisanya, didapatkan di awal-awal subuh, setelah menunaikan qiyamullail.
Salah seorang murid Ibnu Jarir, Abu Bakar Asy Syajari mengisahkan, “ setelah selesai sarapan pagi, beliau tidur sejenak dengan pakaian berlengan pendek. Setelah bangun ia mengerjakan shalat zhuhur. Lalu menulis hingga waktu ashar tiba, kemudian keluar untuk shalat ashar. Selanjutnya ia duduk didalam majelis bersama orang-orang untuk mengajar sampai datang waktu maghrib. Setelah itu mengajar fiqh serta pelajaran-pelajaran sampai masuk shalat isya. Kemudian pulang kerumah dan istirahat. Tengah malam ia bangun malam dan mendalami ilmu-ilmunya.




                                                                     

Kamis, 01 Desember 2016

PIDATO MENTERI AGAMA RI


AGAMA & BUDAYA 

Hello everybody !!!
Where do you come from? Why do you speak dayak’s bakumpai language? Wowwoooowwwww.........


Hello!!!!! if you are not a person in central kalimantan but you want to learn and  be able to speak in dayak language. You can follow my blog and ask everything you wanna know about dayak, i think you can’t find the answer if you ask with me😝😵 .....
Ok,  i will give you  some vocabulary dayak language in english language.

  • I        = yaku/ulun
  • You    = ikau/pian
  • We     = iki
  • They  = awen
  • She    = iye
  • He      = iye
  • It       = jite

  • My name is.....                = aran kuh.... or aran ulun(polite)
  • What is your name ?     = aweh aram ?
  • I was born             = yaku lahir ..... or ulun lahir .......
  • I live at                  = yaku melai si...... or ulun melai si ......


Ok, that’s it for today ..... tomorrow i will give more than that.






Jumat, 04 November 2016


Pentatonix 

Jumat, 14 Oktober 2016



A. Pentingnya Permainan Bahasa Inggris

Bagi pengajar bahasa inggris, tujuan dari pemberian pelajaran bahasa Inggris adalah supaya anak bisa menggunakan bahasa tersebut. Dengan menggunakan permainan bahasa Inggris lah secara tidak sadar siswa akan ikut serta dalam menggunakan bahasa Inggris dan juga secara langsung merangsang ketertarikan siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Alasan lain untuk menyisipkan permainan dalam belajar bahasa Inggris adalah:
  1. Memusatkan perhatian siswa terhadap struktur bahasa yang spesifik, pola-pola grammar, dan tentunya kosa kata atau vocabulary.
  2. Menjadi penguat, peninjau, dan pemer-kaya pelajaran.
  3. Menjamin keikutsertaan siswa dalam belajar bahasa Inggris secara maksimal.
  4. Dapat digunakan di semua kemampuan bahasa seperti speaking, reading, listening atau writing.
  5. Memberikan kontribusi terhadap suasana persaingan yang sehat antar siswa.
  6. Memberikan jalan untuk menggunakan bahasa Inggris dengan kreatif dalam situasi yang tidak menekan.
  7. Melibatkan partisipasi yang setara antara siswa yang cepat dan lambat belajar bahasa Inggris.
  8. Dapat disesuaikan dengan umur dan tingkatan bahasa Inggris siswa.
  9. Dapat digunakan baik secara individu maupun kelompok.



B. Memilih Permainan yang Tepat
Membenarkan bahwa penggunaan permainan dalam bahasa Inggris di dalam kelas memberi fakta bahawa permainan bahasa Inggris tidak hanya menyediakan pengalaman belajar tetapi juga kesenangan dalam belajar. Kemudian kapan seharusnya kita memberikan permainan? Permainan bisa diterapkan di semua waktu baik di awal pelajaran untuk menarik ketertarikan siswa belajar, di tengah pelajaran sebagai latihan yang menyenangkan atau juga bisa di akhir pelajaran untuk menghilangkan tekanan setelah belajar bahasa Inggris.

Tentunya akan banyak permainan bahasa Inggris yang akan dibahas setelah artikel ini, tetapi timbul pertanyaan mengenai permainan bahasa Inggris apa yang tepat? Ketepatan pemilihan permainan bahasa Inggris tentunya ditentukan oleh beberapa faktor, seperti:
  1. Ukuran besar kecilnya kelas
  2. Waktu yang tersedia untuk permainan.
  3. Ketersediaan materi dan peralatan.
  4. Faktor kebisingan, apakah permainan tersebut mengganggu kelas di sebelah nya.
  5. Tingkatan kelas yang diajar, kelas dasar, menengah atau atas.
  6. Usia siswa, sudah dewasa atau masih anak-anak.
  7. Keinginan siswa, belajar di dalam atau di luar ruangan.
  8. Budaya dan kebiasaan siswa.
C. Mempersiapkan Permainan

Penggunaan permainan dalam belajar bahasa Inggris tentunya harus dipersiapkan secara matang oleh pengajar. Pengajar harus bisa memfokuskan fungsi permainan tersebut dalam belajar bahasa Inggris, apakah untuk menarik siswa untuk belajar, apakah untuk memberikan latihan yang menyenangkan atau sebagai penguat materi-materi yang sudah diajarkan.

Beberapa permainan membutuhkan beberapa materi dan peralatan seperti kartu, gambar, pencil, kertas, dll yang tentunya harus dipersiapkan sebelumnya. Dan persiapan yang paling penting tentunya pengajar itu sendiri, pengajar harus paham betul mengenai permainan yang akan diterapkan.

D. Pengelompokan Permainan Bahasa Inggris

Sebagaimana kita ketahui bahwa di setiap permainan memiliki tujuan tertentu mengenai materi pembelajaran apa yang akan disampaikan. Sengaja penulis kelompokan permainan-permainan bahasa Inggris sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran.
  1. Permainan Kosa Kata (Vocabulary)
  2. Permainan Angka (Number)
  3. Permainan Struktur Kalimat (Structure)
  4. Permainan Pengucapan (Spelling)
  5. Permainan Percakapan (Conversation)
  6. Permainan Menulis (Writing)
  7. Role Play dan Dramatics

*Referensi McCallum P. George. 1980. 101 Word Games. New York: Oxford Press.

 

elisakarlinagirlsmeetworld Template by Ipietoon Cute Blog Design